Persahabatan Penipu (1)

Doma adalah seorang penipu. Suatu hari ia mengisi sebuah guci dengan tanah liat. Bagian alasnya lalu ditutup dengan selapis mentega. Doma lalu pergi ke pasar untuk menjual guci itu. Setiba di dekat pasar, ia duduk beristirahat di bawah pohon besar.

Pada hari itu, Roga yang juga seorang penipu, sedang menuju ke pasar. Ia membawa sebuah guci berisi lumpur. Bagian atas guci itu dilapisinya dengan madu. Kebetulan, Roga beristirahat di bawah pohon yang sama dengan Doma.

“Bapak membawa barang apa?” sapa Doma.
“Oh, ini madu murni. Aku akan menjualnya ke pasar,” jawab Roga.
“Dan Bapak? Apakah akan menjual barang ke pasar juga’?”

Kesempatan baik telah tiba, pikir Doma. “Kebetulan sekali! Aku memang sedang ingin beli madu. Sekarang aku bawa mentega untuk dijual di pasar. Rencananya uangnya akan kubelikan madu untuk isteriku yang sedang sakit. Apakah Bapak perlu mentega? Mentega ini istimewa, buatanku sendiri.”

Roga sangat gembira. Aku bisa menukar seguci lumpur dengan seguci mentega, gumamnya.
“Kalau begitu, ayo kita bertukar. Kebetulan aku ingin menjual madu ini untuk beli mentega. Putriku akan menikah. Aku perlu mentega untuk membuat roti. Ini madu murni dari sarang lebah yang ada di rumahku.”

Mereka lalu saling menukar guci. Dan pulang dengan gembira, karena sama-sama mengira telah berhasil menipu. Namun di tengah jalan, Doma tiba-tiba berpikir, “Jangan-jangan penjual madu itu penipu licik juga seperti diriku.”

Doma segera membuka guci itu. Tampaklah isinya, madu yang kecokelatan. Namun Doma mengambil sebuah ranting. Lalu menusuk isi guci itu. Begitu dicabut keluar, tampaklah lumpur lengket yang menempe! di ranting.

Pada waktu yang sama, Roga juga mulai curiga. “Aku harus meneliti guci mentega ini!” Roga membuka tutup guci. Terlihat mentega yang kekuning-kuningan. Roga lalu mengambil sepotong ranting, dan menusuk isi guci itu. Begitu dicabut, tampaklah tanah liat yang melekat di permukaan ranting.

Kedua penipu itu sama-sama sadar, mereka telah saling menipu dan ditipu. Keduanya membalik badan dan berlan ke pasar untuk menjual guci tadi. Hasilnya mereka bertemu lagi di bawah pohon besar tadi.

“Hei, penipu!” maKi Doma.
“Engkau juga penipu!” balas Roga.
Mereka saling pandang dengan geram. Namun beberapa saat Kemudian keduanya tertawa terbahak-bahak. Laiu menjadi bersahabat.

(Cerita dari Afrika, diterjemahkan oleh Djoni)
Sumber: Bobo 40/XXXII 13 Januari 2005

Bersambung: Persahabatan Penipu (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published.