Tentang

Latar Belakang

South China Morning Post mendeteksi awal virus Covid-19 pada 17 November 2019 di Wuhan, China. Pertama-tama dinamakan Sindrom Pernafasan Akut Berat / Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2). Penyakit ini seperti halnya flu dengan gejala pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan terkadang diawali demam selama beberapa hari.

World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020 menyatakan dunia dalam kondisi pandemi karena Coronavirus Disease 19 telah menyebar ke 114 negara. Keberadaan virus ini memberikan dampak negatif pada seluruh sektor kehidupan.

Salah satu sudut kota Wuhan, China. (Chinatopix via AP - news.detik.com 26 Jan 2020)

Sekolah di Indonesia diliburkan mulai pertengahan Maret 2020 sampai sekarang. Murid belajar di rumah dengan mengakses materi dari guru melalui internet. Hal tersebut menjadi masalah, seperti:

  • Pengajar tidak optimal menyampaikan materi pelajaran.
  • Siswa tidak mudah menerima pelajaran.
  • Orang tua tidak mempunyai pengetahuan dan kemampuan memadai saat mendampingi anaknya belajar.

Di sisi lain, banyaknya waktu berkumpul di rumah mestinya menjadi momen berharga bagi anggota keluarga menjalin komunikasi. Mereka melakukan berbagai aktivitas yang sebelumnya dianggap remeh, seperti: berkebun, memasak, membuat kerajinan, membersihkan, memperbaiki rumah, dll. Namun, tetap saja ada rasa bosan karena merasa kegiatannya sangat terbatas dan terkurung di rumah. Tidak dapat berjumpa teman, tetangga, dan sanak keluarga yang lain.

Kondisi demikian memberikan inspirasi untuk melakukan kegiatan yang melibatkan banyak keluarga namun tetap mengindahkan protokol kesehatan. Pemilihan kontes lukis karena mudah dan praktis pelaksanaannya. Kegiatan keluarga tergambarkan dalam karya lukis. Internet digunakan sebagai media berbagi pengalaman tersebut.

Tujuan

Tujuan Kontes Lukis Anak Nasional:

  1. Pengasah kreativitas dan kemampuan melukis.
  2. Sarana berbagi suka-duka keluarga selama pandemi covid-19.
  3. Peningkatan momen keluarga berkumpul dan berkomunikasi lebih berkualitas.
  4. Media dokumentasi kreativitas keluarga dari sudut pandang anak-anak melalui karya lukis.
  5. Pemanfaatan teknologi informasi untuk berkarya seiring adaptasi kebiasaan baru (new normal) dan perkembangan jaman.
  6. Pameran karya lukis untuk apresiasi, inspirasi, dan pembelajaran tentang kreativitas bagi keluarga lain melalui media daring.

Para Pihak

Kontes Lukis Anak Nasional ini merupakan kerja kolaborasi:

  • Tlatah Bocah, Lembaga yang bergerak dalam bidang anak dan kebudayaan sejak 2004.
  • Kagama Care, Lembaga kemanusiaan alumni Universitas Gadjah Mada.
  • Rumah Alumni UGM, Tempat titik pertemuan dan oase bagi alumni Universitas Gadjah Mada.
  • Alpad 88, Perkumpulan Alumni SMAN 3 Jogja angkatan 88.

Panitia melibatkan pula konsultan yaitu:

Beberapa media yang andil dalam perhelatan ini terdiri dari:

  • Panjebar Semangat, Majalah mingguan berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya sejak 2 September 1933.
  • SHNet, Media berita daring yang dikelola oleh mantan wartawan dan staf surat kabar Sinar Harapan sejak 2016.
  • Jogja Update, Mikroblogging tentang berbagai informasi seputar Jogja.
  • Imajifes, Ajang ekspresi seni visual berbasis media online-digital untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan.
  • Kala, Ruang kreatif alternatif anak muda.

Kontes Lukis Anak Nasional ini juga didukung oleh dua sponsor yakni:

  • PT Bukit Asam Tbk., perusahaan enerji kelas dunia yang sebagian besar sahamnya dimiliki BUMN.
  • APRI, Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia yang legal secara aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kolunas 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *